Kamis, 03 Januari 2013

Contoh PTK Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP


MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CLIS PADA SISWA KELAS IX A SMP NEGERI 1 BANDAR NEGERI SEMUONG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

ABSTRAK


Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara dan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas IX D SMP Negeri 19 Makassar tahun pelajaran 2009/2010 diperoleh data sebagai berikut: (1) kegiatan pembelajaran masih banyak didominasi oleh guru sehingga siswa kurang aktif mengikuti pembelajaran, (2) metode yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menitik beratkan pada penanaman informasi/ konsep-konsep yang dipelajari diberitahukan atau disajikan dengan ceramah saja; (3) dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa merasa kurang mendapatkan pengarahan dan bimbingan dalam belajar mandiri, (4) dalam pelaksnaan pembelajaran guru masih menarapkan Catat Buku Sampai Abis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Apakah penggunaan model pembelajaran CLIS dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IX D SMP Negeri 19 Makassar semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010”

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran CLIS dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IX A SMP Negeri 19 Makassar semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010. Prosedur peneltian ini akan dilakukan melalui 3 (tiga) siklus, setiap siklus dilakukan selama 2 x 40 menit yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi

Hasil dari penelitian pada setiap siklus dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegara-an pada siswa kelas IX D SMP Negeri 19 Makassar semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010, yaitu sebagai berikut: (1) pada siklus I kinerja guru dalam penggunaan model pembelajaran CLIS mencapai 62,50% dan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan mencapai 61,54%, (2) pada siklus II kinerja guru dalam penggunaan model pembelajaran CLIS mencapai 75,00% dan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan 69,23%, dan (3) pada siklus III kinerja guru dalam penggunaan model pembelajaran CLIS mencapai 83,33% dan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan 79,49%. Dengan demikian semakin meningkat kinerja guru dalam penggunaan model pembelajaran CLIS maka semakin meningkat aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan.


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945]
Dalam perkembangannya sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan penghujung abad ke-20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.
Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Guru memiliki tanggung jawab agar pembelajaran yang diberikan dapat berhasil dengan baik. Keberhasilan ini banyak bergantung kepada usaha guru membangkitkan aktivitas belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Aktivitas dalam belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran, bertanya hal-hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berpikir, membaca, dan segala kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang prestasi belajar. Belajar sambil melakukan aktivitas lebih banyak mendatangkan hasil bagi anak didik, sebab kesan yang didapatkan oleh anak didik lebih tahan lama tersimpan di dalam benak anak didik.
Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara dan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas IX D SMP Negeri 19 Makassar tahun pelajaran 2009/2011 diperoleh data sebagai berikut: (1) kegiatan pembelajaran masih banyak didominasi oleh guru sehingga siswa kurang aktif mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, (2) metode yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menitik beratkan pada penanaman informasi/ konsep-konsep yang dipelajari diberitahukan atau disajikan dengan ceramah saja; (3) dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa merasa kurang mendapatkan pengarahan dan bimbingan dalam belajar mandiri, (4) dalam pelaksnaan pembelajaran guru masih menarapkan Catat Buku Sampai Abis.
Dari hasil evaluasi proses pembelajaran di atas ternyata belum memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan metode dan model yang kurang menarik perhatian siswa.
Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka perlu diadakan tindakan perbaikan-perbaikan sebagai upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam Pendidikan Kewarganegaraan.
B.    Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah penggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Bandar Negeri Semuong semester ganjil tahun pelajaran 2007/2008.
2. Apakah penggunakan model pembelajaran Koopratif tipe TGT dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Bandar Negeri Semuong semester ganjil tahun pelajaran 2007/2008.
3. Apakah penggunaan model pembelajaran kontekstual berbasis inquiri dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Bandar Negeri Semuong semester ganjil tahun pelajaran 2007/2008.
4.   Apakah penggunaan model pembelajaran CLIS dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Bandar Negeri Semuong semester ganjil tahun pelajaran 2007/2008.

C.    Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Apakah penggunaan model pembelajaran CLIS dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Bandar Negeri Semuong semester ganjil tahun pelajaran 2007/2008”

D.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran CLIS dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Bandar Negeri Semuong semester ganjil tahun pelajaran 2007/2008.

E.    Manfaat Penelitian

1.      Bagi siswa:
Dapat memperluas proses berpikir dan dapat menimbulkan minat sekaligus kreativitas serta aktivitas belajar siswa, sehingga siswa dapat berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan

2.      Bagi guru:
Bermanfaat untuk perbaikan dan mengembangkan kemampuan, serta merencanakan penggunaan model pembelajaran CLIS sebagai salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan.

3.                  Bagi sekolah:
Bermanfaat sebagai masukan dalam rangka mengefektifkan pembinaan dan pengembangan bagi guru agar dapat lebih profesional dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

 

1 komentar: